Follow me!!

Sunday, 4 October 2015

A Mysterious Boy with A Bag of Mung Beans

Waktu itu hari sudah agak sore, jalan pulang agak sepi karena memang jam pulang sekolah sudah lewat beberapa jam.   Puncak  keramaian rute jalan yang hampir setiap hari aku lalui untuk pulang memang selalu pada jam anak sekolah berangkat atau pulang. Ketika itu aku pulang agak terlambat karena ada kelas intensif wajib di sekolah untuk anak kelas 9. Seperti biasa, aku pulang sendirian karena mayoritas teman-temanku naik kendaraan umum atau dijemput. Sedangkan aku pulang jalan kaki karena jarak rumahku lumayan dekat dari sekolah.

Ketika hampir setengah perjalanan, tepatnya di depan pemakaman umum ada seorang anak cowok mendatangiku. Aku lupa wajahnya, tapi yang aku ingat dia bawa satu katong plastik yang isinya kacang hijau. Waktu kutanya itu apa dia bilang  untuk makan nanti. Entah apa alasannya ia langsung jalan disebelahku, aku sendiri merasa agak takut dan parno ketika ada orang asing yang tiba-tiba mendatangiku. Dia sepertinya juga bisa membaca ekspresi ketakutan yang ada di wajahku, seketika itu dia tanya, “Kenapa? Takut ya?”. Karena sedikit sungkan aku jawab, “Nggak kok . Cuma kaget aja karena kamu tiba-tiba datang”. Setelah itu dia bilang yang kurang lebih begini: “Aku bukan orang jahat kok, aku cuma takut kamu kenapa-kenapa”. Aku sendiri heran dong… wong aku ga kenapa-kenapa dan gak ada apa-apa di sekitar situ.

Di dalam perjalanan kami sempat salaing kenalan, but unfortunately aku lupa namanya. Yang aku ingat kalau ga salah dia anak SMP terbuka (yang lokasinya jadi satu sama sekolahku waktu itu)dan tiap hari jalan pulang kaki ke asramanya yang lumayan jauh (dia sempat bilang detailnya tapi lagi-lagi aku lupa). Waktu itu dia juga gak pakai baju biasa, bukan seragam.  Waktu itu aku sendiri sempat agak parno dan takut dia bermaksud jahat. Oleh karena itu di tengah jalan, aku ambil rute lain dengan alasan mau ke mampir ke rumah nenekku and I say bye to him awkwardly. Dia sendiri sepertinya bisa membaca ‘wajah takutku’ dan kemudian pergi sambil tersenyum ramah.

Sejak itu aku gak pernah ketemu lagi dengan cowok itu. Tapi berbulan-bulan setelah hari itu ada sebuah kejadian yang lumayan bikin trauma. Dan kejadian ini menjawab rasa penasaranku kenapa waktu itu dia bilang ‘gak pingin aku kenapa-napa.’ … (Maybe next I’ll post the traumatic incident)
And I have to give him a HUGE THANKS and BIG SORRY karena dia mungkin berniat melindungi aku sedangkan aku suudzon sama dia…



No comments :

Post a Comment

write your comment here :D