Follow me!!

Monday, 2 February 2015

AKU PINTAR (PART II)


A majestic view from Desa Taji. *Ignore my horrible face at that time*
Rencana untuk berangkat lebih pagi akhirnya gagal karena para panitia bangun telat dan antri untuk pakai kamar mandi. Ketika mau berangkat, datang seorang wali murid SD Taji 2 ke Kantor Desa. Ternyata beliau mengantarkan putrinya agar bisa ikut rombongan kami untuk berangkat ke SD Taji 2. Padahal rumahnya ada di daerah atas (dekat SD Taji 2), dan sengaja menginap di dekat Kantor desa, ya ampun :’)
Ketika sampai di SD Taji 2, lagi-lagi kami disambut antusias oleh para murid. Ketika salah satu dari mereka ditanya sampai di sekolah jam berapa, dia menjawab jam 6. Ya ampun! Jadi merasa bersalah karena kami molor sekitar 1 jam (harusnya kami sampai jam 7). Bahkan ada salah satu dari mereka yang rumahnya berjarak 30 menit dari sekolah dan dia harus jalan kaki :’)
Di hari kedua ini, kegiatan memang lebih difokuskan pada hal-hal yang menyenangkan. Mulai dari cerdas cermat berhadiah, melukis totebag, jalan-jalan ke Coban Siuk, sampai main futsal bersama.  Untunglah, anak yang kemarin dituduh mengambil bola sudah masuk seperti biasa dan kembali akur bersama teman-temannya. Bahkan, dia sempat membantu kami, tim logistik, menyiapkan alat-alat untuk games. Selain itu, di juga membantu ‘menjaga’ perlengkapan games yang iseng diambil oleh anak-anak yang lain.
Setelah games dan cerdas cermat, anak –anak diajak untuk melukis di totebag kanvas. Dan lucunya, kebanyakan anak –anak menggambar hati… hahaha XD


Seusai melukis, ada pembagian hadiah bagi mereka yang menang lomba cerdas cermat, yang paling pintar, yang paling multi-talented, serta yang goyangnya paling asoy (?). Setelah itu mereka langsung dimobilisasi ke  Coban Siuk yang jaraknya lumayan jauh dari desa.  Tentu saja, semua anak antusias untuk main air di sana. Bahkan para panitia yang mengawasi sempat kualahan dengan tingkah mereka yang (terlalu) lincah. Ada pula panitia yang harus dipaksa berbasah-basahan. Sedangkan aku? Alhamdulillah tetap kering , karena sukses berkamuflase diantara walimurid yang duduk di pinggir sambil menjaga barang-barang dan HP (sebenernya Cuma kedok sih!).Pulang dari Coban Siuk, kami kembali sekolah lalu membereskan semua barang.  Anak-anak laki-laki juga diajak untuk main bola bersama panitia. Dan yang bikin (lagi-lagi) terharu, ketika aku nyapu kelas yang diapakai acara baru selesai setengah, ada anak-anak cowok yang membantu menyelesaikan :’) Bahkan mereka sempat ikut angkat-angkat meja dan kursi  yang beratnya lumayan, padahal waktu itu acara sudah selesai dan anak-anak yang lain juga udah balik ke rumah masing-masing.
Coban Siuk Malang
at Coban Siuk



Proyek Aku Pintar ini memang membuka mata lebar-lebar. Banyak anak-anak di luar sana yang keadaannya tak seberuntung kita. Ketika kita mengeluh buku kurikulum 2013 harus diganti lagi ke kurikulum lama, mereka harus puas dengan buku kurikulum 1994. Ketika kita males berangkat kuliah karena hujan, di sana ada yang jalan 30 menit ke sekolah dan kadang mendapati gurunya tidak ada di sekolah. Mungkin orang luar bisa menjudge mereka anak bandel, nakal, gak punya aturan. Tapi mereka sebenarnya punya antusias tinggi untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik. Tapi mereka tidak punya kesempatan seperti kita untuk mendapatkan buku yang bagus, guru yang bersertifikasi, atau akses ke sekolah yang mudah.

senyum hangat dari Desa Taji :D *ignore my face!*

No comments :

Post a Comment

write your comment here :D